Bitrueprediction: Benjamin Cowen Bicara Jujur — Mengapa ‘Altcoin Season’ Hanya Ilusi Musim Ini
Di tengah harapan besar trader ritel terhadap datangnya “altcoin season”, analis crypto Benjamin Cowen kembali mengeluarkan pandangan yang cukup dingin namun konsisten: altcoin season mungkin tidak akan pernah benar-benar terjadi dalam siklus ini. Menurutnya, narasi tersebut lebih banyak hidup di media sosial ketimbang di data pasar yang sebenarnya.
Cowen menilai bahwa siklus crypto saat ini berada dalam fase yang berbeda dari sejarah sebelumnya. Biasanya, setelah Bitcoin mencapai puncak, terjadi rotasi modal ke altcoin yang memicu lonjakan harga besar-besaran. Namun kali ini, pola itu tidak muncul dengan jelas. Bahkan dalam beberapa analisisnya, ia menyebut bahwa pasar lebih didominasi oleh “Bitcoin season” atau bahkan “Ethereum season”, bukan altseason secara luas.
Altcoin Kehilangan Momentum Struktural
Salah satu alasan utama yang disorot Cowen adalah dominasi Bitcoin yang tetap kuat. Ketika Bitcoin terus menyerap likuiditas pasar, altcoin justru kehilangan aliran modal yang biasanya menjadi bahan bakar rally besar. Dalam kondisi seperti ini, rotasi ke aset berisiko tinggi menjadi jauh lebih sulit terjadi.
Ia juga menyoroti bahwa banyak altcoin gagal mempertahankan nilai terhadap Bitcoin. Bahkan dalam beberapa periode, altcoin mengalami penurunan signifikan meski Bitcoin masih berada dalam tren naik. Ini menunjukkan bahwa kekuatan pasar tidak tersebar merata, melainkan terkonsentrasi pada aset utama.
Faktor “Apathy” yang Menghancurkan Altseason
Menurut Cowen, perbedaan terbesar siklus ini adalah tidak adanya euforia ritel seperti sebelumnya. Ia menyebut fenomena ini sebagai “apathy cycle” — kondisi ketika Bitcoin mencapai puncak tanpa antusiasme besar dari investor baru. Tanpa arus masuk investor baru, tidak ada “bahan bakar” untuk altcoin rally.
Dengan kata lain, altcoin season tidak hanya gagal muncul — tetapi secara struktural tidak memiliki kondisi yang cukup untuk terbentuk.
Ilusi yang Terbentuk dari Harapan
Narasi altseason sering muncul dari ekspektasi historis: “kalau Bitcoin naik, altcoin pasti menyusul.” Namun Cowen menegaskan bahwa pasar tidak selalu bekerja seperti itu. Dalam kondisi likuiditas ketat dan dominasi Bitcoin tinggi, pola lama bisa gagal total.
Beberapa analis bahkan menyebut bahwa altseason saat ini lebih mirip “ilusi psikologis” yang dipicu komunitas, bukan realita pasar berbasis data.
Pandangan Benjamin Cowen menempatkan altcoin season bukan sebagai fase yang tertunda, tetapi sebagai sesuatu yang mungkin tidak terbentuk dalam siklus ini. Selama dominasi Bitcoin tetap kuat, likuiditas terbatas, dan tidak ada euforia ritel baru, altcoin akan terus berada di bawah tekanan.
Bagi trader, pesan utamanya jelas: jangan hanya mengandalkan narasi historis. Pasar crypto saat ini bergerak lebih kompleks — dan tidak selalu mengikuti pola yang diharapkan banyak orang.